Jumat, 25 Juli 2014

Mimpi

   Mimpi, ketika tertidur lalu aku bermimpi.
Malamku takkan indah layaknya para putri jika  aku tak mempunyai mimpi. Dulu, ketika impianku masih sama seperti para putri aku selalu bermimpi menjadi gadis yang paling cantik, memakai gaun indah dan terlihat anggun ketika di keramaian pesta.Tapi itu mimpi dahulu, ketika keseharianku hanya diam bermain di atas tempat tidur dan mencoba memakai baju-baju putri dan ketika itu yang aku tahu hanya mimpi seperti para putri yang akan membahagiakanku.
Seiring berjalannya waktu, semakin kutumbuh dewasa dan umurku cukup untuk memikirkan mimpi, perubahan itu banyak sekali hari demi hari kulalui dengan bermimpi. Hingga semua teman yang mengenalkuselalu mengatakan bahwa aku gadis pemimpi, penghayal dan semacamnya.
Kini, saat usiaku sudah cukup dewasa dari sang pemimpi para putri aku sampaikan semuaaa mimpiku di atas kertas putih setiap harinya, hingg satu persatu tulisan itu tercoret karena satu persatu mimpiku telah terapai dan kulewati. ya entah mimpi indah ataupun mimpi buruk.
Tapi malam tadi, baru kusadari ketika aku tulisakn mimpi terbesarku untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri yang aku inginkan, tulisan itu tak tercoret, tak ternodai tinta bahkan ketika kulihat tulisan itu itu membuatku terluka.
  Kalian tahu, ketika aku ratapi tulisan itu ketika khayalanku tentang mimpiku yang satu itu aku sangat terluka. bagaimana tidak, telah kusiapkan do'a, telah kupersipakan semuanya, belajar, belajara, berdo' dan berdo'a terus kulakukan tapi pada saatnya tiba tiba saatnya pengumuman itu aku hanya bisa memandangi tulisan itu dan berkata "maafkan aku, aku gagal".
Aku tahu, ini bukanlah akhir darisegalanya, tapi karena ini semnagatku mulai terkikis, hatiku mulai sakit, apalagi ketika aku mendengar segelintir orang yang aku tahu merek hanya santai menghadapi ujian masuk PTN ketika itu. Sakit yaAllah, rasanya aku tak kuat lagi menhana rasa sakit hatiku, ternyata usahaku sia-sia.
  Tapi disisi lain aku teringat, yaa... ini bukan rezekiku. rezekiku bukan di PTN yang ku inginkan, dan mimpiku bukan hanya itu bukan ? bukankah aku memiliki banyak mimpi ratusan hingga ribuan mimpi yang harus kuraih dan kukejar yang mungkin bukan di PTN itu tempatnya.
PTS tak terlalu buruk, ketika aku memikirkan satu mimpi besarku itu, mimpi besar yang lainnya yang insyaAllah akan membuat masa depanku lebih baik.
Maka saat ini, aku bersyukur dan sangat sangat bersyukur ketika orang-orang di luar sana yang tak bia dan munkin tak akan pernah bisa menjajaki dunia pendidikan yang lebih tinggi seperti aku dan teman-teman lainnya yang beruntung, aku bersyukur aku masih diberi kesempatan untuk terus belajar, dimanapun.
Alhamdulillah... Semoga Allah memberi kemudahan setalah ini dan semoga Allah memberkahi mimpi-mipiku yang lain dan mimpi-mimpi kita semua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar